Waspada! Kanker Paru-Paru Mengincar Nyawa Anda

Penanganan penyakit kanker paru-paru memerlukan perawatan dari dokter spesialis yang berpengalaman. Di Singapura, terdapat banyak dokter ahli yang siap memberikan diagnosis dan pengobatan terbaik bagi pasien.
Artikel ini membahas penyebab, gejala, serta pilihan pengobatan kanker paru-paru di Singapura. Kami juga merekomendasikan dokter spesialis paru-paru yang berpengalaman.
Apa Itu Kanker Paru-Paru?
Kanker paru-paru menjadi penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia, dengan angka kematian tertinggi pada pria dan wanita. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel abnormal di paru-paru berkembang tanpa kendali.
Menurut WHO, kebiasaan merokok berkontribusi pada sekitar 85% dari semua kasus penyakit kanker paru-paru. Kondisi ini merupakan masalah kesehatan yang serius dan berpotensi menyebabkan komplikasi fatal.
Penyakit Kanker Paru-Paru di Indonesia
Berdasarkan data Globocan 2022, penyakit kanker paru-paru menempati peringkat kedua di Indonesia dengan 38.904 kasus baru (9,5% dari total kanker). Namun, kanker ini menjadi penyebab kematian tertinggi pertama dengan 34.339 kasus di tahun yang sama.
Risiko terkena kanker paru-paru sebelum usia 75 tahun adalah 1,6%, sementara risiko kematiannya 1,5%. Meski ada 51.194 kasus kelangsungan hidup lima tahun, penanganan dan pencegahannya masih menjadi tantangan besar.
Tingginya angka kematian akibat kanker paru-paru menunjukkan perlunya upaya lebih dalam deteksi dini dan pengobatan yang efektif.
Jenis Penyakit Kanker Paru-Paru
Kanker ini terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC) dan kanker paru-paru sel kecil (SCLC).
Kanker Paru-Paru Non-Sel Kecil (NSCLC)
Sekitar 80% hingga 85% dari seluruh kasus kanker paru-paru termasuk dalam kategori NSCLC. Beberapa subtipe utamanya meliputi
- adenokarsinoma
- karsinoma sel skuamosa
- karsinoma sel besar
- subtipe lainnya (jenis NSCLC yang lebih jarang ditemui antara lain karsinoma adenoskuamosa dan karsinoma sarkomatoid)
Meskipun berasal dari jenis sel yang berbeda, ketiga subtipe ini dikelompokkan dalam NSCLC karena memiliki pola pengobatan dan tingkat keberhasilan yang serupa.
Kanker Paru-Paru Sel Kecil (SCLC)
Sekitar 10% hingga 15% dari semua kasus kanker paru-paru dikategorikan sebagai SCLC.
Penyakit ini tumbuh cepat dan sering menyebar sebelum terdiagnosis. Meski responsnya baik terhadap pengobatan seperti kemoterapi dan radioterapi, SCLC sering kambuh.
Faktor Risiko dan Penyebab Kanker Paru-Paru
Setiap jenis kanker memiliki faktor risikonya sendiri. Beberapa faktor bisa dikendalikan, seperti kebiasaan merokok, sementara yang lain, seperti usia atau riwayat keluarga, tidak dapat diubah. Berikut beberapa faktor penyebabnya:
- Merokok: Faktor utama yang bertanggung jawab atas sebagian besar kasus kanker paru-paru.
- Paparan asap rokok pasif: Orang yang sering berada di sekitar perokok juga memiliki risiko tinggi.
- Paparan zat berbahaya: Zat seperti asbes, radon, polusi udara, dan bahan kimia lainnya bisa memicu perkembangan kanker paru-paru.
- Faktor genetik: Riwayat keluarga dengan penyakit ini juga dapat meningkatkan risiko seseorang.
Meskipun memiliki faktor risiko, seseorang belum tentu akan terkena penyakit kanker paru-paru. Sebaliknya, ada juga yang mengidap penyakit ini tanpa faktor risiko yang jelas.
Gejala Kanker Paru-Paru yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, penyakit kanker paru-paru sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas. Kadang-kadang, penyakit ini terdeteksi secara tidak sengaja melalui rontgen dada untuk kondisi lain.
Beberapa gejala yang mungkin muncul meliputi:
- masalah pernapasan (batuk terus-menerus, sesak napas, mengi)
- gangguan di tenggorokan dan dada (nyeri dada, suara serak, sulit menelan)
- darah dan pembengkakan (batuk berdarah, pembengkakan di wajah atau leher)
- penurunan kondisi tubuh (kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan tanpa sebab, mudah lelah)
Apakah Kanker Paru-Paru Bisa Sembuh?
Penyakit kanker paru-paru dapat disembuhkan, terutama jika terdeteksi pada tahap awal. Menurut informasi dari Kompas, jika penyakit ini terdeteksi sangat dini, tingkat kesembuhannya antara 80-90%.
Namun, tingkat kesembuhan menurun drastis pada stadium lanjut. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengobatan tepat waktu sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan bagi penderita penyakit kanker paru-paru.
Pengobatan Kanker Paru-Paru di Singapura
Negara ini dikenal memiliki fasilitas medis yang modern serta dokter-dokter spesialis dengan pengalaman luas dalam menangani kanker paru-paru. Pengobatan kanker paru-paru bergantung pada jenis dan stadiumnya, dengan pilihan utama seperti operasi, kemoterapi, radioterapi, terapi target, dan imunoterapi.
- NSCLC Stadium Awal (I & II): Operasi adalah pilihan utama, kadang dikombinasikan dengan kemoterapi. Tingkat kelangsungan hidup 5 tahun bisa mencapai 78% pada stadium I.
- NSCLC Stadium Lanjut (III & IV): Biasanya ditangani dengan kombinasi kemoterapi, radioterapi, dan terapi target. Pada stadium IV, pengobatan hanya untuk memperpanjang hidup dan mengurangi gejala.
- SCLC: Kanker ini merespons kemoterapi dengan baik, tetapi sering kambuh. Stadium awal bisa diobati dengan operasi dan radioterapi, sementara stadium lanjut hanya mengandalkan kemoterapi.
Pengobatan lebih efektif jika kanker terdeteksi sejak dini. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin sangat disarankan bagi mereka yang berisiko tinggi.
Rekomendasi Dokter Spesialis Penyakit Kanker Paru-Paru di Singapura
Menemukan dokter spesialis paru yang tepat sangat penting untuk diagnosis dan pengobatan yang optimal. Berikut dokter spesialis yang berpengalaman dalam menangani kanker paru-paru di Singapura:
Dr. Harish Mithiran – Direkomendasikan
- Tempat Praktik: Neumark Lung & Chest Surgery Centre
- Spesialisasi: Bedah Kardiotoraks, Kanker Paru-Paru
Adj. A/Prof. Koh Wee Yao
- Tempat Praktik: National University Cancer Institute Singapore
- Spesialisasi: Kanker Payudara, Kanker Paru-Paru, Kanker Sistem Saraf Pusat
Cara Pencegahan Kanker Paru-Paru
Meskipun tidak semua kasus kanker paru-paru dapat dicegah, beberapa langkah dapat dilakukan guna mengurangi risikonya:
Berhenti Merokok dan Hindari Asap Rokok
Cara paling efektif adalah tidak merokok dan menjauhi asap rokok. Berhenti merokok kapan pun dapat membantu memperbaiki paru-paru dan menurunkan risiko kanker.
Kurangi Paparan Radon
Radon adalah penyebab utama kanker paru-paru setelah merokok. Lakukan tes radon di rumah dan ambil tindakan jika kadarnya tinggi.
Hindari Zat Berbahaya
Paparan zat beracun di lingkungan kerja atau sekitar, seperti asbes dan polusi udara, dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Gunakan perlindungan yang tepat jika bekerja di area berisiko.
Konsumsi Makanan Sehat
Makan lebih banyak buah dan sayur dapat membantu mengurangi risiko kanker, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkannya. Namun, suplemen beta-karoten justru bisa meningkatkan risiko kanker paru-paru bagi perokok.
Skrining Kesehatan Rutin
Skrining kanker paru-paru dapat membantu mendeteksi penyakit lebih awal dan meningkatkan peluang pengobatan.
Pentingnya Deteksi Dini dan Perawatan Tepat
Penyakit kanker paru-paru memerlukan penanganan dari dokter ahli agar dapat ditangani dengan tepat. Singapura memiliki fasilitas medis unggulan serta dokter spesialis berpengalaman yang dapat memberikan perawatan terbaik.
Dengan deteksi dini dan metode pengobatan yang tepat, seperti pencitraan dan biopsi untuk menentukan stadium penyakit, peluang kesembuhan bisa meningkat. Jika memiliki risiko tinggi atau mengalami gejala mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Hubungi Kami
Health365 bekerja sama dengan berbagai penyedia layanan kesehatan, termasuk dokter spesialis kanker paru-paru terbaik di Singapura, pusat pemeriksaan kesehatan, dll. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter pilihan kami jika mengalami gangguan penglihatan atau membutuhkan pemeriksaan mata rutin. Segera konsultasikan dengan spesialis mata yang tepat untuk memastikan kesehatan mata tetap optimal
Untuk informasi lebih lanjut tentang rekomendasi dokter spesialis lainnya di Malaysia, Thailand, dan Singapura, atau untuk membuat janji dengan mitra dokter spesialis kami, silakan klik tombol di bawah ini.
Referensi
- National Library of Medicine. (2023). Lung Cancer. Diakses pada 19 Desember 2025, dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482357/
- International Agency for Research on Cancer. (2022). Indonesia Fact Sheet. Globocan. Diakses pada 19 Desember 2025, dari https://gco.iarc.who.int/media/globocan/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheet.pdf
- World Health Organization. (2023). Lung cancer. Diakses pada 19 Desember 2025, dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lung-cancer
- American Cancer Society. (2024). Lung Cancer Risk Factors. Diakses pada 19 Desember 2025, dari https://www.cancer.org/cancer/types/lung-cancer/causes-risks-prevention/risk-factors.html
- Cancer Research UK. (2022). Survival for lung cancer. Diakses pada 19 Desember 2025, dari https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/lung-cancer/survival
- Kompas Health. (2023). Apakah Kanker Paru-Paru Bisa Disembuhkan? Diakses pada 19 Desember 2025, dari https://health.kompas.com/read/23B18141900468/apakah-kanker-paru-paru-bisa-disembuhkan
- American Cancer Society. (2024). Can Lung Cancer Be Prevented? Diakses pada 19 Desember 2025, dari https://www.cancer.org/cancer/types/lung-cancer/causes-risks-prevention/prevention.html
- MedlinePlus. (n.d.). Lung Cancer. Diakses pada 19 Desember 2025, dari https://medlineplus.gov/lungcancer.html
Artikel Terkait
Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dapat menggantikan saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah kesehatan, segera konsultasikan dengan tenaga medis profesional.
Pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mencegah kanker, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya. Untuk membandingkan dan memilih paket pemeriksaan kesehatan dari penyedia layanan medis di Malaysia, Singapura, dan lainnya, kunjungi shop.health365.sg.