fbpx
Kesehatan Mata Kondisi Medis Perawatan Mata

Apa Itu Katarak? Cari Tahu Selengkapnya di Sini

apa itu katarak

Pengertian katarak

Katarak adalah gangguan pada mata yang menjadikan lensa mata keruh sehingga menyebabkan penurunan kualitas penglihatan. 

Kondisi ini umumnya berkembang secara perlahan dan dapat memengaruhi satu atau kedua mata. Yang paling mungkin terjangkit katarak adalah seseorang yang berusia di atas 60 tahun, walau tetap ada faktor risiko pendukung lainnya.

Lensa mata, yaitu bagian mata yang secara alaminya jernih dan berfungsi membantu membiaskan sinar cahaya yang masuk ke mata, menjadi seakan-akan berawan akibat pengaruh penyakit mata ini.

Kekeruhan ini dapat membuat penglihatan menjadi buram, kabur, atau kurang berwarna, mirip seperti melihat melalui kaca mobil yang berkabut atau berdebu. 

Tingkat kejelasan dan ketajaman gambar yang mencapai bagian retina, yaitu jaringan di bagian belakang mata yang menerima cahaya, menjadi terganggu karena kekeruhan pada lensa ini.

Penyebab dan faktor risiko katarak

Terdapat perbedaan antara penyebab dan faktor risiko penyakit katarak. Masing-masing akan menjelaskan bagaimana penyakit ini bisa timbul dan apa yang mungkin meningkatkan kemungkinan seseorang bisa mendapatkannya.

Penyebab adalah kontributor langsung terhadap pembentukan katarak, sementara faktor risiko adalah kondisi atau perilaku yang bisa meningkatkan risiko perkembangan penyakit mata ini.

Mari kita cari tahu apa saja penyebab dan faktor risiko katarak berikut ini.

Penyebab katarak

Ini adalah faktor langsung yang bisa menyebabkan perkembangan katarak. Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadinya katarak.

  • Penuaan adalah penyebab utama katarak, di mana perubahan alami pada mata menyebabkan pemecahan protein di lensa sehingga mengakibatkan terjadinya kekeruhan.
  • Cedera mata atau trauma, terpapar radiasi tertentu, dan/atau komplikasi dari operasi mata yang berakibat langsung kepada kerusakan lensa mata.
  • Diabetes menjadi salah satu penyebab langsung kepada kesehatan mata dan menyebabkan pembentukan penyakit ini.

Faktor risiko katarak

Faktor risiko katarak merujuk kepada kondisi atau perilaku yang tidak secara langsung menyebabkannya terjadi, tetapi meningkatkan kemungkinan mengembangkannya.

  • Usia tidak cuma menjadi penyebab katarak utama pada lansia, namun menjadi faktor risiko juga. Usia menjadi probabilitas pengembangan katarak yang berisiko meningkat seiring bertambahnya usia.
  • Riwayat keluarga adalah faktor risiko, menunjukkan kemungkinan predisposisi genetik.
  • Pilihan gaya hidup seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan yang berlebihan adalah faktor risiko yang meningkatkan risiko, tetapi tidak langsung menyebabkannya.
  • Faktor lingkungan, seperti paparan sinar matahari yang berkepanjangan.
  • Masalah kesehatan seperti obesitas dan tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah faktor risiko yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyakit ini.

Jenis-jenis katarak

Katarak diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan perbedaan lokasi di lensa mata dan penyebab yang mendasarinya. Jenis-jenis utama katarak antara lain:

  • Katarak nuklir – Berkembang di bagian tengah lensa (nukleus) dan sering dikaitkan dengan penuaan. Nukleus lensa berubah menjadi kuning atau cokelat.
  • Katarak kortikal – Katarak ini terjadi di korteks lensa, yang mengelilingi nukleus. Katarak kortikal muncul sebagai kekeruhan menyerupai bentuk irisan kue yang melebar di belakang dan meruncing di depannya. Jenis katarak ini berkembang dari tepi luar lensa menuju ke tengah.
  • Katarak subkapsular posterior – Terbentuk di bagian belakang lensa, tepat di jalur cahaya yang masuk ke mata. Jenis ini cenderung berkembang lebih cepat dari jenis lain dan dapat sangat mengganggu penglihatan saat membaca dan penglihatan di bawah cahaya terang.
  • Katarak kongenital – Hadir sejak lahir atau berkembang di masa kanak-kanak, katarak kongenital bisa disebabkan oleh faktor genetik, infeksi intrauterin, atau gangguan metabolisme.
  • Katarak sekunder – Disebabkan oleh kondisi medis lain (seperti diabetes) atau dari penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka waktu lama, seperti kortikosteroid.
  • Katarak traumatik – Berkembang sebagai akibat dari cedera pada mata.

Gejala katarak

Beberapa kondisi berikut ini dinilai sebagai gejala atau ciri-ciri seseorang mengidap katarak, antara lain:

  • Penglihatan buram atau keruh – Ini adalah salah satu gejala paling umum, di mana penglihatan menjadi kurang tajam dan jernih. Sering digambarkan seperti melihat melalui kaca mobil yang berkabut atau berdebu.
  • Kesulitan untuk melihat secara jelas di malam hari – Orang dengan katarak mungkin merasa lebih sulit untuk melihat dalam cahaya redup atau saat malam hari sehingga memengaruhi aktivitas seperti mengemudi.
  • Sensitivitas berlebihan terhadap cahaya – Ketidaknyamanan meningkat atau kesulitan melihat dalam cahaya terang atau ketika tersorot cahaya langsung, seperti dari lampu depan mobil yang datang saat mengemudi di malam hari.
  • Warna lensa mata yang memudar atau menguning – Umumnyam lensa mata pengidap terlihat kurang cerah, lebih kusam, atau memiliki semburat kuning.
  • Penglihatan ganda di mata yang terdampak katarak – Seseorang mungkin melihat dua gambar dari satu objek, kondisi yang dikenal sebagai penglihatan ganda atau diplopia, yang terjadi khusus di mata dengan katarak.
  • Melihat lingkaran cahaya di sekitar bohlam lampu – Lingkaran atau cincin mungkin terlihat di sekitar lampu, terutama pada malam hari.
  • Sering harus mengubah resep kacamata atau lensa kontak – Pengidap menjadi lebih sering mengeluh tentang ketidakcocokan kacamata atau lensa mata.
  • Sering merasa silau di siang hari – Kesulitan menghadapi sinar matahari terang atau sumber cahaya kuat lainnya selama siang hari.

Penting untuk dicatat bahwa gejala atau ciri-ciri ini dapat bervariasi tergantung pada jenis dan perkembangan katarak. Karena katarak biasanya berkembang secara perlahan, perubahan dalam kualitas penglihatan mungkin akan berlangsung secara bertahap.

Diagnosis katarak

Diagnosis katarak dilakukan oleh dokter mata (oftalmolog) dan optometris melalui pemeriksaan mata yang komprehensif. 

Selama proses pemeriksaan, penyedia layanan perawatan mata akan memeriksa mata pasien secara cermat untuk mencari tanda-tanda katarak dan menilai tingkat keparahannya. 

Mereka juga akan menanyakan tentang penglihatan pasien, riwayat medis, dan kesulitan apa pun yang mungkin dialami dalam aktivitas di kesehariannya akibat adanya masalah penglihatan.

Beberapa tes diagnostik yang digunakan dalam diagnosis katarak meliputi beberapa metode berikut.

  • Slit Lamp Exam – Tes ini melibatkan pemeriksaan kornea, iris, lensa, dan area lain di bagian depan mata menggunakan mikroskop khusus untuk memudahkan pendeteksian kelainan terhadap katarak.
  • Tes Ketajaman Visual – Tes ini menilai seberapa tajam dan jernih penglihatan pasien. Biasanya melibatkan membaca huruf dari jarak tertentu untuk menentukan kemampuan pasien melihat pada berbagai jarak.

Pengobatan katarak

Pengobatan katarak utamanya melibatkan intervensi operasi atau pembedahan sebagaimana katarak tidak dapat diobati dengan obat-obatan. 

Prosedur pembedahan yang digunakan untuk mengobati katarak meliputi:

  • Laser Femtosecond – Teknik ini menggunakan laser femtosecond untuk membagi lensa menjadi potongan-potongan kecil. Metode ini memungkinkan ekstraksi katarak dengan lebih mudah dengan kebutuhan daya ultrasound yang lebih rendah.
  • Fakoemulsifikasi – Dalam proses ini, katarak dihilangkan menggunakan teknik yang menghancurkan lensa keruh dengan menggunakan getaran ultrasound. Fragmen-fragmen tersebut kemudian disedot keluar dari mata dengan lembut.
  • Implantasi Lensa Intraokular (IOL) – Setelah pengangkatan katarak, lensa buatan, yang dikenal sebagai Lensa Intraokular (IOL), dimasukkan untuk menggantikan lensa alami dan memulihkan penglihatan.

Operasi katarak biasanya direkomendasikan ketika katarak secara signifikan mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup. Ini adalah prosedur yang umum dan  secara keseluruhan dikatakan aman.

Dampak dari keberhasilan operasi katarak dapat secara efektif memulihkan kualitas penglihatan sepenuhnya kembali.

Komplikasi katarak

Komplikasi yang mungkin dikaitan dengan katarak, terutama setelah menjalani operasi katarak, adalah terjadinya katarak sekunder. Katarak sekunder terjadi ketika bagian dari lensa alami, yang sengaja dibiarkan pada tempatnya selama operasi katarak, menjadi keruh dan mengaburkan penglihatan. 

Kondisi ini berbeda dari katarak primer karena dapat diobati dengan metode yang dikenal sebagai terapi laser Nd YAG kapsulotomi. 

Dalam prosedur ini, penyedia layanan kesehatan menggunakan sinar laser untuk membuat lubang kecil di membran keruh di belakang lensa untuk memungkinkan cahaya melewatinya. 

Katarak sekunder dapat terjadi dalam beberapa bulan atau bahkan tahun setelah operasi katarak primer.

Pencegahan katarak

Katarak sering dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan dan pada sebagian orang dalam hal ini tidak dapat dihindari, terutama pada orang dewasa yang lebih tua. 

Kebanyakan orang, jika mereka hidup cukup lama, akan mengembangkan tingkat kekeruhan lensa yang merupakan ciri-ciri khas mata katarak.

Namun pada beberapa jenis katarak, terutama yang dipengaruhi oleh faktor eksternal, bisa dihindari sampai batas tertentu. 

Dengan menangani faktor risiko yang masih dapat dikendalikan, pengembangan katarak dapat ditunda, dicegah, atau tingkat keparahannya dikurangi.

Dalam upaya pencegahan katarak, beberapa ini langkah-langkah yang dapat ditempuh.

  • Melindungi mata dari paparan sinar UVB – Mengenakan kacamata hitam saat berada di luar ruangan dapat membantu melindungi mata dari paparan sinar UVB yang berbahaya.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin – Pemeriksaan mata secara rutin dapat membantu dalam mendeteksi dini dan pengelolaan masalah kesehatan mata, termasuk katarak.
  • Berhenti merokok – Berhenti merokok sangat penting karena merokok meningkatkan risiko pengembangan katarak.
  • Makan buah dan sayuran yang mengandung antioksidan – Diet yang kaya akan antioksidan bisa bermanfaat untuk kesehatan mata dan dapat membantu mengurangi risiko katarak.

Pertahankan berat badan yang ideal – Menjaga berat badan yang ideal dapat mengurangi risiko penyakit, misalnya diabetes. Diabetes sering dikaitkan dengan peningkatan risiko katarak.

Artikel ini hanya bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional, dan tidak boleh diandalkan untuk saran medis tertentu.